Little Feet

Take steps, take actions.
-Talisa Noor-

Tuesday, February 10, 2009

Mommy...It's an embarrassing story!

Malam ini, sebelum mulai casting di Teater Alir, saya bertemu dengan seorang pria berbaju hitam ketika saya sedang dalam perjalanan ke taman CD—tempat castingnya. Keadaan waktu itu memang gelap banget, tapi saya yakin binti percaya bahwa pria yang saya lihat itu adalah teman saya. Ciri-cirinya persis dimiliki teman saya—yang juga anggota teater alir, hanya dia terlihat sedikit lebih kurus. Karena udah lama nggak ketemu, saya ngerasa kangen banget dan ingin menyapa dia dengan ceria. Saya membentangkan tangan sambil berjalan ke arahnya (sok pingin meluk gitu deh), serta nggak lupa melemparkan senyum tiga jari saya yang norak. Hehe. Dia pun memandang saya dengan kaget kemudian tersenyum seprti bertemu teman yang sudah lama tak jumpa.
Setelah saya dekati dia, alamaaak... ternyata saya salah orang! Anjrit... malu gila!!!
Cowok itu nampak menahan senyum gak karuan melihat kelakuan aneh saya. Hiks. Sambil menanggung malu, saya pun berlalu dan langsung berlari ke arah teman-teman sesama anggota Alir. Teman saya, Didi, yang mengetahui kejadian itu, nggak henti-hentinya ngetawain saya.
Nah, nggak berapa lama kemudian, pertemuan Teater Alir pun dimulai. Kami duduk membentuk lingkaran. Saya melihat ada dua cowok yang berjalan ke arah kami. Rupanya mereka pendatang baru yang mau ikut casting Teater Alir. Kedua cowok itu memakai jaket hitam. Salah satu dari mereka adalah cowok yang saya kira teman saya tadi. Oke, anggaplah mereka adalah cowok A dan cowok B.
Cowok A terlihat masih menelepon, sementara cowok B datang dan bergabung dalam lingkaran kami. Cowok B duduk di sebelah saya. Kalo nggak salah, dia adalah orang yang saya kira teman saya tadi. Untuk mengklarifikasi kejadian memalukan itu, saya langsung bilang, “Eh, maaf ya yang tadi, saya salah orang. Saya kira kamu teman saya! Haha.”
Cowok itu cuma memandang saya bingung. Teman saya, Didi, pun langsung menyahut, “Bukan dia orangnya, Sa!!”
Alamaak... Duh Gusti, dudul bener saya, sampe salah orang 2x dalam semalam...!! x(

Wow, bikin iri!

Salah satu teman saya sesama anggota Teater Alir, Siska, adalah mahasiswa D-IV STAN. Kalo nggak salah, beliau 4 tahun lebih tua daripada saya. Perawakannya mungil, wajahnya imut, kulitnya putih.
Saya baru tahu, ternyata mbak Siska udah menikah.
Setelah casting Teater Alir usai, turun hujan deras. Makanya, kami nggak langsung pulang. Momen itu saya pergunakan untuk ngobrol dengan teman-teman, termasuk mbak Siska.
“Mbak, udah punya pacar?” tanya saya, iseng.
Mbak Siska menjawab dengan berbinar,”Wah, saya udah punya suami!”
Pembicaraan pun berlangsung seru. Saya, Didi, dan Erna berebut bertanya karena kami ingin tahu bagaimana rasanya menikah, apa bedanya dengan saat masih jomblo, kapan beliau menikah, apakah penempatan kerja bersamaan dengan suami, di mana penempatannya, bagaimana suasana daerah di sana, dan lain-lain.
Yang bikin saya terharu, mbak Siska menjawab begini ketika saya bertanya apa suka-duka menjalani pernikahan:
“Emm, nggak ada dukanya deh.” Jawabnya tersipu-sipu. Binar kebahagiaan terpancar di matanya. Aww...
Nggak lama kemudian, suami mbak Siska—yang juga mahasiswa D-IV—pun datang menjemputnya. Beliau membawakan istrinya jas hujan dan payung. Rumah mereka memang dekat dari kampus, jadi mereka pulang-pergi dengan berjalan kaki.
Mbak Siska pun pamit pulang. Ia berjalan di tengah hujan berdua dengan suaminya...
Huuw, so sweet...

Friday, January 30, 2009

Different Taste of Teater Alir’s Exercising

Teater Alir has a newcomer: Mbak Vera. She’s actually our brand new guru :) (after years of autodidac—am i spelling it correctly?--, thank’s God) She had been graduated from IKJ.

It seemed like a fun exercise. With her, we tried another style of learning teater. We are taught to contol our emotion and breath. Humm. I can't wait for the next Alir's exercise (yeah,we're actually exercising). I loove Teater Alir! :)

Friday, January 23, 2009

What an idle friday...

Wow, finally I get my January-period, and it's Friday! :)
Ancient Javanese believed that if you got your first day of your period time on Friday, you would get more love. Hihi. (Well, actually, if I didn't get it on Friday, I still could get more love. Yaay, amen!)


Btw, I've just known that Denny J.A. had been the first revolutioner politic consultant in Indonesia. Humm, I wonder if I can meet him someday and have some conversations with him :) He's rock.

Tuesday, January 13, 2009

What a Strange Month...

January...here it goes...
Baru 13 hari berjalan, rasanya bulan ini berlalu dengan cepat. UTS
bakal berakhir 2 hari lagi. Kyaa...

Don't know why, saya malah menjalani bulan ini dengan dudulnya...

Kedudulan pertama, hari Kamis selepas ujian kemarin, saya dan teman saya, Fitri, berniat jalan-jalan ke Bintaro Plaza. Sebelum ke sana, kami ngambil duit di supermarket Harmony dulu. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke BP. Karena kami bosan dengan rute yang itu-itu aja, kami berinisiatif untuk melalui rute Ceger. Nggak nyangka, ternyata kami malah NYASAR dan diklakson orang-orang gara-gara nggak taat lalu lintas. (Sebenarnya bukan nggak taat sih, kami cuma bingung mau belok kanan ato kiri, jadinya kami cuma bisa
diem di tengah-tengah perempatan.)

Kedudulan kedua, malam hari setelah NYASAR sama Fitri tadi, saya dan teman satu kos saya, Didi, pergi ke Mawar Tengah untuk makan malam. Saat kami akan pulang, tiba-tiba hujan turun. Kami pun meminjam payung milik Odiek. Payungnya lucu banget: berwarna pink dan bermotif bunga-bunga. Di tengah jalan, saya dan Didi asyik bercanda. Tau-tau angin berhembus kencang dan... whaap! Payung yang kami pakai pun TERBALIK, mulanya membentuk huruf U, kemudian salah satu ujung kain pada payung itu terlepas sehingga payungya menjadi nggak berbentuk. Reaksi pertama kami sangat tidak lazim: TERTAWA. Reaksi kedua: PANIK. Reaksi ketiga: berusaha memperbaiki payung tapi NGGAK BERHASIL. Akhirnya, kami pun pulang ke kos dengan berlari di bawah siraman hujan sambil membawa payung pink-motif-bunga yang udah nggak jelas bentuknya.

Kedudulan ketiga, sehari setelah insiden PAYUNG TERBALIK, saya dan teman kos saya, Denis, berinisiatif untuk membuat sesuatu. Akhirnya kami sepakat, sesuatu itu adalah PUDING. Bermodalkan sebungkus agar-agar Swallow, gula, susu, air mineral, panci, dan kompor, kami pun beraksi. Setelah agar-agar itu matang, kami menuangkannya ke sebuah cetakan puding. Ehh, entah kenapa tangan Denis "terpeleset" sehingga cetakan yang udah setengah terisi itu... plukk! Jatuh nggak berbentuk. Kaki kami kena cipratannya dan kami kehabisan kata-kata, kami cuma bisa menertawakan insiden itu. Kemudian kami melanjutkan mengisi cetakan puding-nya sampe penuh. Malam itu pun kami habiskan dengan mengepel lantai kos yang terkena tumpahan agar-agar. Untuk menghibur diri, kami nonton film JUNO di laptop sambil minum teh hangat. Kenang-kenangan dari kejadian itu: bekas berwarna kemerahan di kulit kaki denis yang terkena cipratan agar-agar yang masih panas waktu itu...

Euh, besok dan lusa masih ada UTS menanti... I hope I can do my best and do them correctly. Bahasa Indonesia dan Statistik... I'm coming!

(btw IVED-nya batal! huuh..)

Thursday, December 25, 2008

"Sebagai presenter pemula, kamu bagus." ;)

Kalimat di atas dilontarkan oleh mas Nugie, salah satu kameramen JTV setelah seluruh proses syuting acara "Sekolahku" kelar. Selasa dan Rabu lalu kami menjalani proses syuting di Malang. Yang diliput? SMK Putra Indonesia jurusan Kimia Industri.

Hoah. Puas? Enggak sih. Saya pribadi merasa banyak banget yang kurang. Kontak mata, intonasi, kuat-lemahnya suara... semua itu hanya sedikit dari banyak hal yang perlu saya pelajari lebih dalam lagi. Tapi,pengalaman syuting saya yang pertama ini cukup seru juga.

Hari pertama, kita bertiga--saya, mas nugie, mas usro-- sempat syok gara2 dijamu makanan dan minuman yang cihui di SMK Putra Indonesia, Malang. Biasanya kalo ngeliput juga nggak gini-gini amat, batin saya. Tapi alhamdulillah, disyukuri aja. Guru dan staf di sana juga ramah lho. Mereka keliatan niat banget untuk tampil di JTV ampe rela mengkondisikan sekolahnya sedemikian rupa sehingga kegiatan mereka selama 1 minggu bisa dirangkum dalam sehari (supaya semua keistimewaan sekolahnya bisa kita liput). Hehe.

Pada hari pertama juga, kita sempet kelimpungan nyari penginapan sampe akhirnya tibalah kami di Hotel Bahagia. Hahag. Waktu istirahat saya sempetin buat baca kisi2 mikroekonomi. Kyaa, kenapa di saat2 saya dapet kerjaan, ujian datang menghadang. (eh, kebalik ya...mestinya kenapa di saat mau ujian, tiba2 datanglah job.hehe)

Hari kedua, syuting udah dimulai sejak pukul enam lewat tiga puluh. Waoo, my first video-taping as a presenter begins! Saya juga sempat take berulang-ulang. Gara-gara belibet lah, cahayanya nggak pas lah, suara bising lah... Hwehe. Saya capek, kru JTV bahkan lebih capek lagi. Namun, itu semua tidak menyurutkan niat kami untukl membuat rekaman yang bagus.
Akhirnya proses syuting di sekolah berakhir pukul 13.30. Syuting kami lanjutkan di patung Ken Dedes di dekat gerbang kota Malang untuk opening program. Fiuh...pukul 14.00 semua proses syuting selesai juga. Senangnya...

Jumat besok saya bakal mengisi Voice Over untuk acara tersebut. Proses pengisian suara dilakukan di studio JTV. Hemm...wish me luck!

Minggu depan saya bakal syuting episode kedua. Setelah itu, saya balik ke Jakarta lagi untuk menimba ilmu. ciee. :p

Upcoming projects:
Try Out USM STAN 2009
UTS Semester Ganjil
Indonesian Varsity English Debate 2009 (Jogjaa...I'm comiingg!)
Heritage&Organda Expo 2009
Nationwide English Olympics 2009

Moga2 semuanya suksess! :)

Thursday, November 27, 2008

ahaa..akhirnya posting juga ;)

Ehm... tes... tes...

Mengingat sudah lama saya tidak menulis, rasanya canggung juga. Tangan saya kaku. Badan saya gemetar. Bibir saya kering (karena belum minum air sejak pulang kuliah tadi).

Hem...oke. Bagaimana jika saya bercerita saja tentang pengalaman saya selama beberapa hari ini? Okeeh...
Ternyata kuliah di STAN asik juga. Menantang. Bagi orang kurang kerjaan seperti saya, tantangan ini cukup oke lah untuk dijalani dan dinikmati. Tantangan tersebut adalah berusaha mencapai IP terbaik (di antara ribuan mahasiswa hebat nan intelek lainnya), menjadi eksis, sekaligus meningkatkan life skill.
Well, ini rahasia sih (lah,tapi kok ditulis di blog). Saya sebenarnya seneng dapet banyak tugas dari kampus. Tugas-tugas ini bikin adrenalin sedikit meningkat. Dan lagi, bagi saya yang doyan bolos waktu SMA, ancaman DO karena bolos bikin saya lebih menghargai waktu dan kesehatan. Saya belajar untuk melawan kemalasan, saya belajar untuk menjalani hal yang tidak saya sukai demi menggapai mimpi dan cita-cita saya. Yap, sometimes we need to deal with something we don't like. Entah itu kuliah yang membosankan, hari yang terik, hujan yang deras, teman yang menyebalkan... just enjoy them! Lagian, lama-lama saya rasa itu semua adalah berkah Tuhan. Harus kita syukuri, kan?

Yeah..segitu aja posting saya kali ini. Syukur-syukur ada yang baca.
Buat pak Karim--dosen B.Ing saya-- dan mas Rizky, terima kasih uda membangkitkan semangat saya untuk menulis lagi :)